Selasa, 23 Oktober 2012

Analisis rasio keuangan PT Gudang Garam dan PT Sampoerna periode 2007 sampai 2011

Perbandingan laporan keuangan PT GUDANG GARAM dengan PT SAMPOERNA menggunakan analisis rasio

Perusahaan merupakan faktor pendukung utama kegiatan perekonomian di suatu negara. Pada kesempatan kali ini penulis blog ini ingin menyajikan perbandingan laporan keuangan dari 2 perusahaan rokok ternama di Indonesia yaitu PT Gudang Garam dan PT Sampoerna menggunakan analisis rasio keuangan kedua perusahaan dalam kurun waktu 2007 sampai 2011. Berikut ini adalah hasil dari perbandingan analisis keuangan menggunakan alat ukur rasio keuangan dari kedua perusahaan dari periode tahun 2007 hingga 2011 :

Analisis PT. Gudang Garam periode tahun 2007-2011

Analisis Rasio Likuiditas
secara keseluruhan rasio ini mengalami peningkatan yang perlahan namun pada tahun 2011 terjadi peningkatan yang drastis dikarenakan terjadi peningkatan aktiva dan turunnya kewajiban lancar namun setiap kenaikan juga ada penurunan. Hal ini terjadi pada tahun 2010 dikarenakan naiknya kewajiban lancar  
Analisis Rasio Solvabilitas
secara keseluruhan terjadi penurunan kinerja dan yang paling mencolok adalah pada 2010. Faktor pembanding rasio-rasionya tidak mampu menyamai kenaikan pinjaman jangka panjang yang naik secara significant 
Analisis Rasio Pengungkit
Rasio-rasio Pengungkit selain time interest ratio mengalami peningkatan yang perlahan dari tahun ke tahun. Namun berbeda dengan time interest ratio yang mengalami penurunan kinerja karena terjadi peningkatan jumlah kewajiban dalam 2 tahun terakhir

Analisis Rasio Aktivitas
Dalam rasio ini, semua mengalami kenaikan secara pelan namun bisa dikatakan efektif namun pada tahun 2009 ke 2010 terjadi kenaikan pada perputaran persediaan  dikarenakan terjadi kenaikan HPP meskipun penjualan juga meningkat di tahun yang sama.
Analisis Rasio Profitabilitas/Rentabilitas
Semua rasio dalam rasio profitabilitas mengalami kenaikan namun pada rasio laba terhadap aset mengalami penurunan yang dikarenakan kenaikan aset namun laba yang diperoleh menurun karena besarnya tingkat HPP di tahun 2008

Analisis Rasio Pertumbuhan
secara umum tingkat pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan apabila kita melihat dari sisi perkembangan laba dan ekuitas
namun terjadi penurunan pada bagian dividen karena kecilnya dividen yang diberikan dan tidak sebanding dengan kenaikan harga per lembar saham dan laba per lembar saham.

Analisis perbandingan Pt. Sampoerna dengan Pt Gudang Garam periode 2007-2011

Analisis Rasio Likuiditas
kenaikan ratio tiap tahun dan kenaikan yang signifikan selalu terjadi di tahun 2010 yang selalu naik
Analisis Rasio Solvabilitas
secara keseluruhan terjadi penurunan kinerja dan yang paling mencolok adalah pada 2007 ke 2008. Faktor pembanding rasio-rasionya tidak mampu menyamai kenaikan pinjaman jangka panjang yang naik hampir 50% 
Analisis Rasio Pengungkit
Rasio-rasio Pengungkit selain time interest ratio mengalami penurunana yang perlahan dari tahun ke tahun. Namun berbeda dengan debt ratio yang mengalami penurunan kinerja karena terjadi peningkatan jumlah kewajiban dalam 2 tahun terakhir

Analisis Rasio Aktivitas
Dalam rasio ini, semua mengalami kenaikan secara pelan namun bisa dikatakan efektif namun pada tahun 2007 ke 2008 terjadi penurunan pada perputaran persediaan  dikarenakan terjadi kenaikan HPP meskipun penjualan juga meningkat di tahun yang sama.
Analisis Rasio Profitabilitas/Rentabilitas
Semua rasio dalam rasio profitabilitas mengalami kenaikan namun pada rasio laba terhadap aset mengalami penurunan yang dikarenakan kenaikan aset namun laba yang diperoleh menurun karena besarnya tingkat HPP di tahun 2007

Analisis Rasio Pertumbuhan
secara umum tingkat pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun mengalami penurunan apabila kita melihat dari sisi perkembangan laba dan ekuitas namun terjadi penurunan pada bagian dividen karena kecilnya dividen yang diberikan dan tidak sebanding dengan kenaikan harga per lembar saham dan laba per lembar saham.
Pada analisis likuiditas perbandingan dapat dilihat perbedaan pada tahun 2010 pada Pt sampoerna lebih bagus meskipun pada tahun 2011 Pt. Gudang garam  lebih bagus dari pada Pt Sampoerna  pada tahun 2010  
Sedangkan pada ratio solvabilitas  PT Sampoerna berbanding terbalik pada Pt. Gudang Garam, terlebih dari itu Pengukitan  ratio time interest ratio yang sama ditiap tahun berbeda dengan ratio aktivitas yang mencolok pada tahun 2007 dan 2008 yang dikuasai oleh Pt. Sampoerna hal ini menunjukan bahwa PT Sampoerna dalam tahun ini berkinerja lebih baik dari PT Gudang Garam sedangkan 2009 dan 2010 memiliki perputaran signifikan analisis ratio profitabilitas yang selalu mengalami kenaikan tiap tahun.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar